Showing posts with label knowledge. Show all posts
Showing posts with label knowledge. Show all posts

Tuesday, December 31, 2019

Humane Thinking - Introspection 2019


2019 is around the clock.
I would like to have a quick glance back of my own key takeaway this year.

How can one relate from above picture?
A giant elephant compared to the small dog, hard rain and an umbrella for the dog.  What is it there for the elephant and what does it feel to be the dog?

Picture paints thousand words.
Everyone has one own closure of the year.
I have never felt the urge to write down the most introspection like today, try to capture the biggest learning of the year - in the most appropriate wordings, as much as I can.  But I guess, writing it upright is the most sane.

I am not usually look out for respect.  It is not me at all. 
For you who know me long enough will understand what I mean.  But somehow this time, I learn my lesson.

One should have been selfish enough not to get hurt.
One should not be too kind to think of the "outer space".

Probably "respect" is not the right word.  It got spitted out unplanned when someone didn't even think how to appeal properly when she was the one expecting helping hands.   I remember my best friend said, "I am not thinking of respect, but more on how she will get the job done."

Moving forward, I will learn to improve myself.
This time round, I won't share any songs nor lyrics but more to pictures.  Guess they look better.


So here I have from my best friend, an alarm 😎


Welcome 2020 - time to move on, be a new someone.  So much that people will recognize the difference.

Good bye 2019!



Monday, July 28, 2014

2014 Channel University


This early stage of journey started when 1st e-mail got into my inbox on Wednesday, May 21, 2014 01:50pm.  The lines went like this:

Greetings to all
 FYI, and look forward to seeing some of you in July.
Best regards, Xxxx.

We were required to take few online modules and exam as pre-requirement, followed by pre-work to be discussed during the 3-days workshop.


And if our backs should ever be against the wall,
We'll be together, together, you and I

There were 22 countries' representatives gathered that 1st day.  We were scheduled to have team-building, interesting outdoor activities, with so many unexpected outcomes, many selfies and fun.  It involved much teamwork, something you wouldn't achieve alone and you would regret if you missed.  I enjoyed 1st bonding being in the group in this first phase.

2nd to 4th day were practically classroom workshop with many exercises and role plays, to adapt theories into practice, I love to remember "compelling benefits".  One joke to note was 2nd day where word "stoned" flying on my head, one I wouldn't want to forget, of course with PC and OC, cute girls on my table and to confirm with AT, actor from AEC. [thanks for funny key word to bring back home]

Well, baby, baby, baby, you're out of time
I said, baby, baby, baby, you're out of time
You are all left out
Out of there without a doubt

Theoretically, all was done on the 4th day, but we still had one more interesting session for the region and truthfully, this session was something worth waiting for [I guess you know what I mean ;)].

And yes, three important notes I wouldn't want to miss out.  First, it gave me a reason to bring my candle back home, to celebrate everyone's birthdays all together.  It gave much love to celebrate the whole world round.  Remember the "stars" :)


Second, tokens from all over the world somehow worked on me as "we are speaking the same language then."  Thank you for passing the idea to share, it is indeed a great sharing among the team.


I can read your mind, I am the maker of rules

Third, I think the bring-back-home words are responsibility and progress, guess these are the stakeholders want to see :)

Lastly, without wanting to spoil all the great mood, I just want to close this short sum-up, all were great, great team, great ideas, great plan, great coordination, great outcomes.  


I thank to great team who has brought this whole things came true! Appreciate the hardwork and effort, you're all lovely souls!


Norah Jones and her Don't Know Why is fading away...
It's now time for me to end the day.

One good soul has asked me more than once:
+ How about these days?
-  Those were great, it's great team you have.
+ Sure? Don't lie?
-  Sure, I don't tell lie.  I don't like people lying, hence I don't lie.


Keep smiling, keep shining,
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more


péng yǒu yī shēng yī qǐ zǒu, nà xiē rì zi bù zài yǒu
Friends walk this life together. Those days will not return.

一句話 一輩子, 一生情 一杯
yī jù huà yī bèi zi,yī shēng qíng yī bēi jiǔ
One word, one life, A lifetime relationship, a cup of wine

[I wish to dedicate this song to everyone of us]

and... I tender everyone goodnight....

Monday, October 25, 2010

yang terhormat

I like to see a man proud of the place in which
he lives. I like to see a man live so that his
place will be proud of him. ~ Abraham Lincoln

saya belajar bahwa orang yang mengatakan dirinya
berasal dari keluarga yang terhormat:

* harus mampu menunjukkan dirinya mempunyai
kelakuan sebagai orang yang terhormat,
* harus mampu bertutur kata dan berbahasa sopan,
* tidak mempermalukan diri atau merendahkan
martabatnya dengan mulai menggoda (lure),
* bisa bertahan walaupun banyak godaan yang menguji
nilainya sebagai orang terhormat.
* mampu menahan diri untuk tidak mengasari wanita.
* menjunjung harkat laki-laki terhormat dengan
melindungi wanitanya.

orang tersebut perlu menunjukkan kemampuannya
sebagai yang terhormat. jika tidak, yang terhormat
adalah keluarganya, bukan dirinya sendiri.
dengan adanya berbagai 'pelanggaran' sebagai yang
terhormat, menunjukkan dia belum lulus untuk
masuk dalam canangan keluarganya yang terhormat.

dia masih perlu banyak belajar.
mencapai suatu gelar terhormat bukan hal yang
mudah. segalanya diuji dari kualitasnya sesuai
dengan nilainya dalam hubungan hidupnya. perlu
waktu yang panjang untuk bisa menetapkan dia
benar-benar lulus, tidak tergoyahkan.
waktu adalah proses yang panjang.
oleh sebab itu, manusia terhormat tidak berhenti
belajar untuk menjaga kualitasnya agar pantas
menyandang 'yang terhormat'...

Saya ingin melihat seorang laki-laki yang
bangga dengan di mana tempatnya berada. Saya ingin
melihat bagaimana caranya seorang laki-laki
itu hidup sehingga semua dari tempatnya berada akan
bangga padanya. ~ Abraham Lincoln.

25 october 2010 - 01:00am

Monday, February 27, 2006

* Johari Window * a quiz

















Kata Covey, yang saya quote juga sebagai sub judul blog
ini: kunci menuju objektivitas adalah menerima subjektivitas.
Ini sebagai catatan pertama
.


Kemudian, fenomena iceberg yang bisa ditinjau dari berbagai
sisi. Saat ini saya menggunakannya untuk catatan, yang
tampak luar itu tidak murni mencerminkan sisi dalamnya.

Tidak ada rumus pakem apapun yang dapat kita gunakan

untuk menentukan kesuksesan hidup sosial. Hubungan
anak-orangtua, suami-istri, kakak-adik, laki-perempuan,
atasan-bawahan, teman, sahabat -- hanya kita sendiri
yang bisa menentukan sikap demi hubungan baik dengan
orang lain.


Tadi pagi saya turun untuk klaim basic check up, kembali
saya 'mengagumi' orang-orang yang pinter bikin kalimat
indah. Sepanjang lorong yang saya lewati, setidaknya
ada 4 lukisan dan kalimat indah yang ingin saya tulis.
Biar tidak lupa, saya quote judulnya dulu di sini:
Working Together
Rules of the Garage
Leadership
Direction

Yang agak relevan walau sedikit maksa adalah Leadership,
Until you spread your wings, you'll have no idea how far
you can fly. Biar relevan, saya terjemahkan agak beda
dari inti leadership, yaitu bahwa: kita tidak akan pernah
tahu siapa kita dan bagaimana kita bisa menjadi orang
yang lebih berkualitas daripada hari ini, jika kita tidak
berani menguak misteri dan mengakui 'inilah saya'.


Jadi, dengan kalimat Covey, fenomena iceberg dan idea
leadership itu, yang saya simpulkan di sini adalah, bagaimana
kita bisa menentukan sikap dan kualitas kita sebagai manusia,
bertanggungjawab sebagaimana harusnya, jika kita tidak
mampu mendefinisikan siapa sebenarnya kita?

Misalnya, sudah 10 tahun saya tinggal di rumah 6x10 dengan
isinya. Sudah saatnya saya menata ulang agar lebih nyaman
dan enak dipandang mata. Saya perlu mencatat apa saja yang
sudah saya punya, bisa digunakan kembali atau tidak, sesuai
dengan keindahan yang ingin saya lihat jika diatur kembali,
dll.. setelah itu baru saya simpulkan, apa yang perlu dibuang,
dan apa yang perlu ditambah agar keindahan yang saya
inginkan buat rumah yang lebih sempurna.

Saya quote kalimat dalam film Palindromes yang dibuat 2004.
People always end up the way they started out. No one ever
changes. They think they do, but they don't. If you're the
depressed type now, that's the way you'll always be. If you're
the mindless, happy type, that's the way you'll be when you
grow up. You might lose some weight, your face might clear up,
get a body tan, a breast enlargement, a sex change - makes no
difference. Essentially... from in front, or from behind...
whether you're thirteen or fifty, you'll always be the same


So, apakah benar kita tidak akan pernah bisa berubah?
Simplenya, jujurlah melihat siapa sebenarnya kita, mintakan
orang lain, teman ataupun lawan untuk ikut kontribusi dalam
memberikan masukan kepada 'siapa saya?'. Berawal dari
situlah, tentukan 'mau menjadi siapakah saya sekarang?
5 tahun lagi, 10 tahun lagi..'

Cara inventarisir diri sendiri ini sudah pernah diungkapkan
dengan metode yang dinamakan Johari Window.
Pengujian Johari Window terdiri dari 1 kotak bujur sangkar
besar yang dibagi menjadi 4 buah bujur sangkar kecil yang
sama besar.

Kotak kanan bawah adalah area 'unknown', sifat yang tidak
diketahui oleh kita sendiri dan orang lain. Kotak berisikan
semua sifat-sifat umum yang bisa kita pilih untuk dijabarkan
dalam kotak-kotak selanjutnya.
Kotak subjektif kita adalah kotak kiri bawah, disebut
'facade'. Di sinilah kita menguak kejujuran 'siapa saya'.
Kotak ini berisi sifat yang saya sadari tapi tidak diketahui
orang lain.

Kotak berikutnya disebut 'arena'. Di sinilah orang lain akan
menuliskan apa yang mereka ketahui tentang kita sekaligus
juga merupakan sharing point dari kotak sebelumnya, yakni
apa yang kita sadari terhadap diri kita sendiri.

Kotak terakhir disebut 'blind spot'. Area ini berisikan sifat
yang diamati orang lain terhadap diri kita, namun kita
sendiri tidak menyadari sifat tersebut ada pada kita.

Agar tetap fokus, kita perlu membatasi maksimal hanya
6 sifat yang boleh dipilih setiap kali oleh setiap individu.
Dan inventarisir ini tidak akan bermanfaat jika tidak ada
orang lain yang ikut urun pendapat.

Artinya, bagaimana kita mau berubah menjadi lebih baik
jika tetap saja hanya kita yang melihat diri kita sendiri?

Nah, dari tadi hanya membaca, mau ikut mencoba?
Challengelah sisi kognitif kita. Jujurlah dan mari kita
lihat, 'siapakah saya?'

Klik di bawah ini, and discover 'me' (baca: Anda)
http://kevan.org/johari

Bersedia urun ide untuk saya (yang nulis ini loh)?
Mari .. kontribusi untuk saya. Klik saya di sini. Terima kasih.

just a thought:
ketika saya sudah terbujur kaku dan orang-orang berdiri
di depan jenasah saya, manusia seperti apakah yang saya
ingin mereka proyeksikan terhadap diri saya sewaktu
saya masih bernafas?


* Thanks to Peanutz - for sharing url of Johari Window :)